Anak muda indonesia saat ini adalah masa depan bangsa yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan di negeri ini, kata-kata ini sering saya dengar, sering disampaikan oleh para guru, cendekiawan dan pejabat kita

Para Penerus perjuangan bangsa, sumber : Kompasiana

kata-kata itu mengandung harapan dan juga tantangan, harapan agar bangsa di masa yang akan datang lebih baik di tangan pemuda hari ini, di lain sisi itu juga tantangan, berbagai macam arus pemahaman seperti hedonisme dan materialisme bisa jadi mengubah pandangan generasi muda kita

kehadiran internet dan sosial media saat ini bagi generasi muda merupakan kecanggihan teknologi yang patut di syukuri, sosmed dan internet membuat generasi muda kita lebih ekspresif, lebih aktf dan dinamis dengan perkembangan teknologi dan informasi tapi, disamping itu kita juga harus menyadari adanya bahaya dari teknologi itu

sebut saja misalnya Awkarin dan anya geraldine, 2 remaja putri yang dikenal bukan dengan prestasinya, tapi justru dikenal karena kebebasannya menggunakan sosmed yang berlebihan dan menunjukkan ke-hedonis-annya, mereka berdua bagi saya hanya fenomena segelintir kecil remaja bermasalah yang ter-ekspos yang bukan tidak mungkin masih banyak anak-anak remaja seperti mereka bahkan lebih parah lagi

anak-anak remaja dan pemuda indonesia adalah aset bangsa, mereka bibit yang akan menjadi tunas bangsa ini, saat ini kita berharap tunas-tunas muda bangsa ini di usia mereka yang produktif bisa menghasilkan karya bukan justru jadi sampah masyarakat

semua pihak harus berperan, orang tua, guru dan pemerintah harus mampu membentuk jati diri generasi muda bangsa ini, umur saya 20 tahun, saya menyadari betul di usia ini ada banyak kesalahan yang saya lakukan sejak remaja saya dulu

walaupun orang tua saya telah banyak membentuk karakter dan kepribadian saya, tapi tidak dapat dipungkiri di masa remaja, lingkungan pertemanan cenderung menomor duakan peran keluarga

anak-anak remaja lebih memilih curhat, mengobrol masalahnya dan menghabiskan waktunya dengan lingkungan pertemanannya, disinilah letak masalah sekaligus peluang yang harus dibentuk oleh guru, masyarakat dan pemerintah

anak-anak yang tinggal di kota besar, yang begitu kompleks apabila tidak diarahkan dengan benar akan menjadi masalah tersendiri

kehadiran narkoba, seks bebas, tawuran dan begal, adalah masalah-masalah sosial yang menyasar kaum muda, itu dipengaruhi karena pengarahan yang tidak maksimal dari dalam keluarganya (yang mungkin sangat sibuk) dan dari masyarakat, guru dan pemerintah yang belum maksimal

ala kulli hal, harapan untuk generasi muda dan remaja selalu ada tapi, tantangan untuk melihat mereka menjadi baik juga senantiasa mencegat, saya kira semua pihak harus berperan dengan potensi yang dimilikinya demi generasi kedepan yang lebih baik