Kebebasan, Sumber IstockPhoto

Apa arti kebebasan seorang manusia ? jika di dalam kehidupan yang dijalaninya ada agama ? yang bagi sebagian orang membatasi dan mengekang ?


saya tak tahu, dan dalam tulisan ini saya ingi mencari tahu, saya kira bebas dan kondisi beragama semestinya melahirkan sosok manusia yang unggul, bukan justru terpasung

dalam dunia filsafat, sosok Jean Paul sartre bisa jadi salah satu nama yang berkesan untuk kita dalami pemikirannya, ia saya yakin menafikan tuhan dan tentunya mengunggulkan kebebasan manusia

manusia terlahir dan ditakdirkan untuk bebas, itu sedikit pemikirannya yang saya tahu, di dalam pemikiran sartre ada sebuah harapan dan pemaksaan yang sedang di bangun, Freedom ! kamu adalah manusia yang bebas

Dalam demokrasi yang tumbuh subur di negeri ini, sekaligus tumbuh subur dengan banyak akibat negatifnya, ''bebas'' menjadi pembahasan yang dominan dan sebuah pemikiran yang menyeluruh yang harus bisa diterapkan negara terhadap rakyatnya

masyarakat bebas untuk bicara, bebas untuk berpartai, bebas untuk beragama, bebas untuk memiliki sesuatu dan juga semua orang punya hak yang sama, hak untuk bebas

persoalan mendasar adalah ketika kita dihadapkan pada norma, pada budaya dan agama yang secara psikologis mengikat kita, kita bisa bebas bicara tapi, kebebasan berbicara itu sepantasnya jangan sampai merusak dan mengganggu agama dan budaya, jangan sampai merusak nama baik orang

kita bebas memiliki sesuatu, kita bisa mengembangkan modal kita dan mengembangkan keuntungan sebesar-besarnya tapi, tetap ada batasan yang harus kita patuhi, sebab disisi lain ada orang-orang yang tersakiti dengan kebebasan kita

bebas menjadi tanda tanya bagi saya, betulkah kita bebas dalam pilihan kita ? bebaskah kita dalam sistem yang dinamakan ''takdir'' dan ''hidup'' ?

Dalam islam sendiri, kebebasan menjadi salah satu hal yang membedakan manusia dengan malaikat, dan juga makhluk yang lain (kecuali Jin)

malaikat misalnya tidak bisa bebas dengan kemauannya, sebab ia selalu tunduk pada allah swt dalam segala pengertian tapi, manusia berbeda, ia memiliki kebebasan untuk memilih apa yang di inginkannya

dan saya yakin pilihan manusia itulah yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat, kita bebas memilih banyak macam hal di dunia ini, dan pada akhirnya hanya ada 2 hal yang kita dapatkan yakni kebenaran atau keburukan, senang atau sengsara


Ada tanggapan ?

1 Januari 2016

*Olehnya itu kita memilih yang baik untuk hidup yang lebih baik